BUDAYA TUMPENGAN
OBSERVASI LINGKUNGAN
Budaya
itu sangat luas dan sangat beragam. Di lingkungan saya tepatnya di Kabupaten
Bandung, terdapat salah satu budaya yang masih melekat sampai sekarang yaitu
budaya tumpengan. Budaya tumpengan dirayakan apabila ada seseorang yang sedang
ulang tahun, peresmian suatu acara, mengadakan pengajian, dan juga dijadikan
perlombaan. Tumpeng berisi nasi kuning yang dibentuk kerucut dan ditemani oleh
lauk pauk berupa ayam goreng, oreg tempe, semur telur, sambal, urap. Biasanya
pada acara tumpengan, tumpeng tersebut dipotong puncaknya dan biasanya dimakan
pertama oleh yang punya acara, lalu sisanya dimakan secara bersamaan.
LATAR BELAKANG BUDAYA TUMPENG
Tumpeng merupakan gambaran kondisi geografis Indonesia yang dipenuhi gunung berapi. Hidangan ini sudah ada sejak dahulu kala untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para Hyang atau arwah leluhur. Saat proses penyebaran agama Hindu di Pulau Jawa, bentuk mengerucut tumpeng dibuat untuk meniru Gunung Mahameru yang dianggap suci. Konon, gunung ini menjadi tempat para dewa. Setelah masuknya agama Islam ke Pulau Jawa arti tumpeng bergeser yang semula untuk memuliakan gunung, kemudian menjadi wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya, disajikan selepas pengajian Al-Qur'an yang disantap bersama-sama.
FILOSOFIS TUMPENG
- Tumpeng merupakan wujud dari nilai toleransi, keikhlasan, kebesaran jiwa, dan kekaguman atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, seperti dilansir dari buku Aneka Kreasi Tumpeng.
- Bentuk tumpeng yang mengerucut, kemudian dikelilingi lauk-pauk dan sayuran merupakan simbol ekosistem kehidupan. Kerucut nasi yang menjulang tinggi berarti lambang dari keagungan Tuhan Sang Maha Pencipta. Aneka lauk pauk dan sayuran di sekeliling nasi menjadi simbol isi alam.
- Tumpeng, tidak selalu menggunakan nasi kuning, tetapi juga ada tumpeng yang menggunakan nasi putih. Warna putih pada nasi tumpeng melambangkan kesucian, sedangkan warna kuning lebih pada kekayaan dan moral yang luhur.
- Untuk lauknya pun memiliki makna tersendiri, seperti ikan asin menandakan gotong royong. Telur rebus berarti kebulatan tekad. Gak boleh terlewat, daging ayam menjadi simbol patuh terhadap Sang Pencipta.
- Sementara itu, sayurannya seperti kluwih menjadi simbol keinginan mendapat rezeki berlimpah-ruah. Untuk sayur urap yang terdiri dari bayam, kangkung, dan taoge memiliki makna simbol kedamaian, keyakinan, serta kesuburan.
UNSUR KEBUDAYAAN
Unsur kebudayaan yang terkadung pada budaya tumpengan ini yaitu sistem kepercayaan dan kesenian. Tumpengan memiliki unsur kebudayaan dalam sistem kepercayaan karena fislosofis daripada tradisi tumpengan ini yaitu hubungan antara manusia dengan tuhan, alam, dan manusia dengan manusia. Sementara untuk tradisi tumpengan merupakan kesenian ini karena pada tumpeng ini terdapat nilai seni seperti keindahan warna, penyusunan lauk pauk, kreativitas bentuk dari nasi tumpeng yang kerucut yang membawa nilai keindahan sendiri bagi yang melihatnya.
PEMOSISIAN KEBUDAYAAN
TATANAN
Budaya tumpeng mengajarkan tatanan hubungan manusia dengan tuhannya.
TUNTUNAN
Budaya tumpeng memberikan tuntunan kehidupan di dunia agar seluruh manusia dapat menjalankan kehidupan yang bahagia.
TONTONAN
Budaya tumpeng dapat diposisikan sebagai tontonan karena tumpeng merupakan salah satu makanan unik, dapat ditonton oleh semua orang jika ada dalam acara terutama dalam perlombaan.
Alfina Fuji Dwi Lestari
16720079
Kelompok 113
#Mengbudaya
#KATITB2021
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar